Alamnya indah tiada terperi
Kekayaannya melimpah disana sini
Panas dan hujan silih berganti
Serasa surga hadir disini
Akan tetapi
Hampir semua rakyatnya menjadi pencuri
Hampir semua hukum tak tegak berdiri
Hampir semua pemimpin lupa diri
Hampir semua merompak kekayaan negeri
..........................
Hampir terjadi pada semua:
Mulai dari taman kanak kanak
Kebohongan ditontonkan kepada anak
Guru memberi tugas ragam dan banyaknya hampir segerobak
Di rumah si anak bermain dan tugaspun dikerjakan oleh para emak
Di sekolah tugas dinilai guru dengan nilai yang membuat kita tersentak
O o o o sungguh bagus karya mu nak
Suara kebohongan tak nyaring tapi sedikit serak
Menjadi pelajaran yang cukup berkesan bagi si anak
Tak satupun nilai pendidikan tersentuh dengan bijak
.......................
Selanjutnya
Sewaktu akan ujian akhir es de es em pe es em a es em ka madrasah swasta dan negeri
Oran tua dan guru sibuk mempersiapkan diri
Bukan pendidikan lagi pekerti yang akan diberi
Tapi bocoran soal yang malah dicari
Sambil berdiskusi menyusun strategi
Bagaimana kunci jawaban kelak aman sewaktu diberi
..........................
Hebatnya
Si Anak pun bersorak gembira
Ketika pengumuman kelulusan tiba
Disambut senyum bupati kepala dinas kepala sekolah guru dan orang tua
Sampai malaikat pun bingung bagaimana menuliskannya
..........................
Semua tak ada yang peduli
Sewaktu si Anak kuliah di universitas swasta maupun negeri
Berlaku pula moto posisi menentukan prestasi
Tugas pun turun temurun di tempel dan di kopi
Sampai sampai ada perusahaan pembuat skripsi
Tak terbayang apa yang telah terjadi
Dengan gelar sarjana yang dibawa kemana pergi
Lamaran pun dikirim kian kemari
Akhirnya diterima di Kantor Pajak Negeri
Cerita selanjutnya tahulah sendiri
..................
Tak sampai disitu
Yang tua pun tak kalah gila
Gila harta seolah biasa
Gila pangkat merebak dimana mana
Gila jabatan sampai rela marwah dihina
Tak pernah kuliah es satu malah berijazah es dua dan es tiga
Yang dapat dibeli grosiran di ruko-ruko berlantai dua
Dengan penuh rasa bangga
Gelar dipajang dimana mana
Di baliho-baliho raksasa
Pada kampanye pemilukada
Entah apalah pendapat mereka
Tentang pendidikan moral dan etika
..........................
Tak sampai disitu
Lihatlah pula sepak terjang pengusaha
Yang sudah lupa pendidikan moral dan etika
Menjadi budak iblis yang setia
Kongkalikong dengan penguasa
KKN dan rasuah menjadi hal yang biasa
Membabat hutan boleh sepuas-puasnya
Menyisakan bencana dan mara bahaya
Untuk para rakyat jelata
Yang mengais rejeki dipinggir bekas belantara
Berkampung dihamparan rawan malapetaka
Sambil menanti maut yang datang tiba-tiba
..........................
Atau malah menjadi rakyat yang selebriti
Yang diwawancara kian kemari
Oleh wartawan dan wartawati
Karena berhasil menyelamatkan diri
Sewaktu bencana datang menghampiri
Cerita seru pun dicari-cari
Kapan perlu ya dengan bohong .....lagi
..........................
Atau rakyat yang selamat terdampar di kota
Menjadi masyarakat yang papa kedana
Jangankan makan untuk minum pun tak ada
Tak masalah ........... yang penting ada pulsa
Agar bisa bersms ria
Ke nomor pendusta penebar asa
Dan berlatih bermimpi jadi pemenang pertama
Ha ha ha ha .........
Hebat ya
Suatu simfoni raksasa
Menyanyikan lagu dusta
Tanpa rasa dosa
Bahkan dengan bangga
..........................
Mungkin itu sebab kenapa
Silih berganti musibah menerpa
Banjir longsor kekeringan dan gempa
Dilengkapi dengan amuk massa
Yang memporak porandakan apa yang ada
Mayat bergelimpangan untuk hal yang sia sia
Menjaga kuburan orang yang telah tiada
Mencampuradukkan syirik dan doa
Bersungguh-sungguh membuat dosa
Yang seharusnya aib malah dibuka
Berpura-pura membuat pahala
Ibadah dan sedekah menjadi ajang ria
Maka kaburlah sudah segala norma
Orangpun kebingungan mencari makna
Ah
Sepertinya aku kehabisan kata-kata
Untuk mencurah hasrat yang ada
........
Au revoir (baca: au re voa, artinya: da daaa.....)
Disadur dari Syafsir Akhlus oleh Thalito Abdul Rahman, 22/04/10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar